Kau baik, tapi ALLAH belum merestui kita
Aku sudah hampir melupakanmu, butuh sedikit waktu lebih lama untuk melupakan cerita lama yang bagiku tak berujung. Tahun ini aku didekati seorang pria yang baik, yang seperti katamu "bisa selalu menerima maafku, dan tidak mengemis kabar dariku." Maaf, aku wanita terburuk yang pernah kau temui. Aku meninggalkan dan mengacuhkan kamu tanpa memberi alasan sehingga mungkin kau berfikir karna orang lainlah aku bersikap begitu. Sejujurnya alasan aku bersikap seperti itu karna aku ingin menjaga dan menjemput cinta ku yang suci ini dengan ridho ALLAH, meskipun aku bukan wanita yang sholihah setidak nya aku ingin menjaga kehormatan ku dengan menuju cintamu dari jalur yang halal menurut ilmu ALLAH bukan ilmuku yang serba terbatas ini. Kau baik, tapi ALLAH belum merestui kita. Ku harap, aku bisa melupakan mu di hari ke 1000 an setelah kepergian mu. Ku harap, aku bisa bertemu dengan pria yang seperti kamu katakan dengan begitu aku bisa dengan mudah melupakanmu. Kamu masih tetap sama, selalu menyebalkan selalu membuatku menangis, bahkan setelah kepergian mu pun selalu membuatku menangis dan mengingatmu kembali, itu mengesalkan bukan. Dasar pria jahat... Ku mohon berhenti mendatangiku melalui mimpi, aku semakin sakit semakin terluka semakin sulit melupakan. Aku tak ingin membebanimu dengan selalu mengingatmu, aku takut menyakitimu jikalau aku masih terus melakukannya. Ijinkan aku untuk sedikit saja mengingatmu agar aku bisa melewati kehidupan ini, yang sehabis itu aku akan memohon ampunan kepada ALLAH karna telah mengingat salah satu makhluk-Nya yang tentunya bukan hak-ku.
Komentar
Posting Komentar